3 Hal Penting Yang Perlu Kamu Ketahui Terkait Biji Kopi

Ilustrasi biji kopi

3 Hal Penting Yang Perlu Kamu Ketahui Terkait Biji Kopi

3 Hal Penting Yang Perlu Kamu Ketahui Terkait Biji Kopi 3454 2302 Deasy Junaedi

Coffee Lovers, sebagai warga negara Indonesia, kita patut berbangga hati dengan kekayaan alam yang kita miliki. Selain rempah-rempah yang terkenal dari zaman nenek moyang kita, Indonesia juga kaya akan beragam kopi nikmat yang mendunia, lho.

Selain menduduki peringkat ke-4 sebagai negara yang memproduksi kopi untuk dunia, Indonesia juga dinobatkan sebagai salah satu negara yang berhasil menjadi penghasil biji kopi dengan kualitas terbaik. Keren, kan!

Jenis Biji Kopi

Bicara soal biji kopi, pada dasarnya hanya ada dua varietas utama jenis biji kopi yang dijual di pasaran, yaitu kopi arabika dan robusta.  Kedua varietas ini memiliki keunikan dan pasarnya masing-masing. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak info berikut ini.

  • Biji Kopi Arabika

Kopi ini berasal dari Etiopia. Kopi ini kini sudah dibudidayakan dan bisa tumbuh dengan baik di negara-negara beriklim tropis atau subtropis seperti Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia.

Pohon kopi arabika tumbuh pada ketinggian 4000 kaki (1220 meter) di atas permukaan laut. Jika kondisi lingkungannya baik, tanaman ini bisa tumbuh sampai 3 meter. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 derajat celsius.

Pohon kopi ini tumbuh secara perlahan dan dewasa setelah 5 tahun. Kopi ini bisa dipanen 2 kali dalam setahun. Biji kopi yang dihasilkan berukuran kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap. Kopi arabika memiliki kadar kafein yang rendah, kaya akan rasa dan aroma. Karena itu, kopi arabika dikatakan sebagai jenis kopi tradisional dengan cita rasa terbaik.

  • Biji Kopi Robusta

Kopi robusta ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi jenis ini banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.

Pohon kopi ini bisa tumbuh di bawah ketinggian 4000 kaki (1220 meter) dari permukaan laut

Pohon kopi robusta bisa tumbuh dengan cepat dan dewasa setelah 2 tahun. Kopi ini bisa dipanen 4 kali dalam setahun.

Kopi robusta biasanya disebut sebagai kopi kelas dua, karena harganya lebih murah. Selain itu kopi robusta juga lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Rasa kopi robusta juga lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih tinggi dibandingkan kopi arabika.

  • Biji Kopi Luwak

Kopi luwak dikenal sebagai kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Keunikan  rasanya serta proses pembentukannya yang merupakan hasil fermentasi alami di perut hewan luwak itulah yang menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi ini.

Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Kemudian, buah kopi arabika yang berkualitas baik tersebut dimakan oleh hewan sejenis musang ini. Namun, bagian dalam biji kopi yang tidak bisa dicerna oleh hewan ini kemudian akan keluar bersama kotorannya.

Nah, karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.

 

Tips penyimpanan

Nah, buat Coffee Lovers yang sudah memiliki alat penggiling kopi sendiri, kopi dalam bentuk biji ini recommended banget. Karena kopi dalam bentuk biji sangat mudah dalam penyimpanan dan meskipun Coffee Lovers membeli dalam jumlah besar sekalipun, kesegaran kopi tersebut akan tetap terjaga.

Namun, hal yang mungkin menjadi agak kurang praktis saat menggunakan kopi berbentuk biji ini ialah Coffee Lovers mesti menggiling kopi itu terlebih dahulu tiap kali ingin meminumnya.  Tapi, yang bisa dijadikan pertimbangan oleh Coffee Lovers adalah kualitas kesegarannya yang tak perlu diragukan lagi, serta rasanya yang so pasti nikmat banget!

  • Tempat penyimpanan

Agar kesegaran biji kopi terjaga dengan baik, Coffee Lovers harus memperhatikan beberapa hal, misalnya menyimpan kopi di tempat yang mengeluarkan udara, tanpa memasukkan udara. Karena biji kopi yang baru di-roasting atau disangrai akan menghasilkan gas, gas itulah yang harus dikeluarkan secara teratur.

Coffee Lovers bisa menyimpan biji kopi di :

  • Kemasan/ kantung plastik dengan katup udara

Coffee Lovers dapat menggunakan kemasan/ kantung plastik yang ada katup udaranya. Kemasan/ kantung plastik semacam itu bisa mengeluarkan udara dari dalam, tapi tidak bisa dimasuki udara dari luar.

  • Stoples kaca

Cara lainnya, Coffee Lovers bisa menyimpan biji kopi dalam stoples kaca dengan penutup yang memiliki katup udara serupa. Jika tidak, stoples bisa Coffee Lovers buka secara teratur di waktu tertentu untuk mengeluarkan gas dari biji kopinya.

  • Suhu dan Ruangan

Coffee Lovers, suhu dan ruangan penyimpanan juga sangat berpengaruh terhadap kualitas kopi. Mengingat sifat kopi ialah menyerap bau yang dekat darinya, maka, jauhkanlah kopi dari barang-barang berbau menyengat. Lalu jaga suhu agar tidak terlalu panas, atau juga dingin seperti di kulkas.

Perlu diingat, ruangan yang lembab juga akan menurunkan kualitas biji kopi, dan jangan sampai terkena sinar matahari langsung.

  • Batas Waktu Penyimpanan/ Kadaluarsa

Meski penyimpanannya sudah benar, kopi juga punya batas waktu simpan terbaik lho, Coffee Lovers. Kopi dijamin masih segar dan terasa nikmat, jika disimpan kurang dari dua bulan.

 

Biji Kopi Bisa Dimakan

Coffee Lovers, sebenarnya kopi bisa dikonsumsi secara langsung tanpa harus diseduh terlebih dahulu.

Malahan, di Jawa, biji kopi yang sudah disangrai bisa dimakan secara langsung bersama gula batu atau gula Jawa. Konon katanya, kopi yang dimakan secara langsung bisa meningkatkan energi dalam tubuh.

Gimana, apakah informasi terkait biji kopi diatas bermanfaat buat Coffee Lovers? Atau mungkin Coffee Lovers punya tambahan informasi terkait biji kopi lainnya? Ayo, share di kolom komentar.

 

Ditulis oleh Deasy Junaedi, VIP Talent Suarise

Author Profile

Deasy Junaedi
Deasy Junaedi
Deasy adalah talent tunanetra Suarise, dan merupakan peserta dari pelatihan Suarise Digital Content Writing batch 2.

Deasy Junaedi

Deasy adalah talent tunanetra Suarise, dan merupakan peserta dari pelatihan Suarise Digital Content Writing batch 2.

All stories by : Deasy Junaedi