hemat energi

seorang wanita menyalakan laptop di kamar yang gelap

6 Gaya Hidup Hemat Energi yang Mudah Kamu Lakukan

6 Gaya Hidup Hemat Energi yang Mudah Kamu Lakukan 867 1300 Juwita Maulida Rahmawati

Earth Hour adalah kampanye tahunan yang diprakarsai oleh WWF (World Wildlife Fund) yang bertujuan untuk menghemat pemakaian energi tak terbarukan demi mengurangi efek perubahan iklim. Kampanye yang jatuh setiap hari Sabtu minggu terakhir bulan Maret ini, dilaksanakan dengan memadamkan lampu dan barang elektronik yang tidak digunakan selama 1 jam saja. Gerakan hemat energi untuk menyayangi bumi ini dilambangkan dengan angka 60+, yang berarti 60 menit memadamkan lampu saat Earth Hour, kemudian diharapkan gaya hidup hemat energi ini akan dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari yang ditandai dengan simbol +. 

Nah! Hal apa saja yang dapat kita lakukan setelah Earth Hour usai dan membentuk gaya hidup hemat energi? Yuk simak yang berikut!

Logo earth hour

60 menit memadamkan lampu saat Earth Hour

Penggunaan Lampu Hemat Energi

Penggunaan lampu di lingkungan rumah bisa dipastikan cukup banyak. Untuk menghemat energi dari lampu, kita bisa menggantinya dengan lampu hemat energi atau LED yang sudah banyak dijual di pasaran. Gaya hidup yang bisa diterapkan adalah memadamkan lampu pada saat siang hari dan ketika kita tidur di malam hari. Selain “ramah” untuk bumi, lampu LED ini juga bisa menghemat pengeluaran listrik bulanan kita lho! Mau coba?

Mencabut Steker Listrik

Membiarkan steker barang-barang elektronik tetap terpasang di stop kontak saat tidak sedang dipakai adalah hal yang paling sering kita lakukan. Barang elektronik yang sering kita biarkan seperti ini adalah TV, charger ponsel, perangkat audio, dan rice cooker. Padahal semua benda elektronik ini akan tetap menyerap energi listrik sekitar 80% dalam keadaan standby. Mencabut steker atau menggunakan stop kontak yang memiliki saklar pemutus aliran listrik bisa menjadi pilihan bijak untuk menjadi gaya hidup hemat energi, ya guys.

Baca juga tulisan Juwita Maulida Rahmawati lainnya di sini

Bijak Menggunakan Barang Elektronik

Kulkas, mesin cuci, air conditioner (AC), hingga rice cooker adalah barang elektronik yang lazim ditemukan di rumah. Untuk membuat gaya hidup hemat energi, kita dapat menerapkan perilaku bijak dalam pemakaian-barang barang elektronik. Misalnya tidak membiarkan kulkas terlalu lama dalam keadaan terbuka atau menurunkan suhu AC terlalu cepat ketika baru dinyalakan. Hal ini akan membuat penyerapan aliran listrik yang cukup besar. Begitu pula jika kita memasukkan baju terlalu banyak di mesin cuci. Akan lebih bijak jika kita mengeringkan pakaian di luar saat udara cerah dibanding menggunakan pengering mesin cuci. Menghangatkan nasi ketika akan dimakan juga bisa kita lakukan dibanding membiarkan rice cooker tetap menyala seharian. Mudah kan!

Gaya hidup hemat energi bisa dimulai dari hal kecil

Bijak menggunakan barang elektronik

Hemat Air

Menggunakan air bisa diartikan juga kita menggunakan listrik. Di kota besar seperti Jakarta, banyak sekali rumah yang memanfaatkan mesin pompa air untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Tidak boros dalam menggunakan air atau memiliki tempat penampungan air adalah tindakan yang tepat untuk menghemat energi dalam pemakaian air ini ya!

Menggunakan Laptop

Bekerja menggunakan laptop adalah alternatif gaya hidup untuk penghematan energi yang bisa dilakukan. Dibandingkan dengan laptop, ternyata komputer PC atau desktop justru menyerap energi listrik yang cukup besar. Laptop memang tidak selalu harus terpasang pada aliran listrik dan memiliki penyerapan energi yang cukup rendah. Bahkan dalam keadaan tidur atau mode sleep, laptop tetap menyerap listrik cukup rendah dibanding komputer biasa.

Mengubah Cara Bepergian

Berjalan kaki atau bersepeda menuju tempat beraktivitas merupakan contoh gaya hidup yang dapat menghemat energi, terutama untuk bahan bakar. Jika tempat aktivitas seperti kantor, sekolah atau tempat berbelanja memiliki jarak tempuh yang cukup dekat, kegiatan ini bisa dipraktikkan. Pilihan menggunakan moda transportasi massal seperti trans jakarta, MRT, dan KRL juga bisa kita lakukan jika tempat aktivitas berjarak lebih jauh. Selain dapat menghemat bahan bakar yang memiliki efek gas rumah kaca penyumbang pemanasan global, kita juga bisa mengurangi tingkat kemacetan yang ada di kota besar seperti di Jakarta.

Menyayangi bumi sebagai satu-satunya tempat tinggal kita merupakan kewajiban seluruh umat manusia di dunia. Melakukan tindakan kecil seperti mengubah gaya hidup untuk menghemat energi adalah salah satu wujud nyata kita untuk bumi yang telah menyediakan banyak sumber daya untuk manusia. Jadi, ayo kita lakukan langkah sederhana untuk menuju perubahan yang lebih besar. Selamat mencoba!

 

Ditulis oleh Juwita Maulida Rahmawati, VIP Talent Suarise