pikun

ilustrasi lansia sedang menulis

10 Aktivitas Praktis dan Ekonomis untuk Mencegah Pikun

10 Aktivitas Praktis dan Ekonomis untuk Mencegah Pikun 1920 1280 Melissa Puspa Chandra

Tahukah Caring People bahwa sebenarnya pikun atau mild cognitive impairment (MCI) bukan merupakan faktor yang lazim dalam proses penuaan? Kondisi pikun, yang merupakan salah satu ciri dari demensia terjadi ketika sel-sel di dalam otak mengalami kerusakan. Hal ini mengakibatkan bagian otak yang satu tidak lagi mampu berkomunikasi dengan bagian otak yang lain, maupun dengan bagian tubuh lainnya. 

Cari tau perbedaan antara pikun, demensia dan Alzheimer di sini. (link to artikel Melissa-Portfolio Tulisan 5)

Untuk mencegah terjadinya pikun atau memburuknya pikun pada Kesayangan, yuk lakukan 10 aktivitas praktis dan ekonomis berikut ini secara berkala! Kesayangan yang mengalami inkontinensia urin pun tetap dapat melakukannya dengan nyaman dan percaya diri dengan bantuan popok dewasa!

1. Membaca Buku

Membaca apa saja bisa membantu agar otak tetap terasah. Meskipun demikian, membaca buku lebih baik karena isinya lebih kompleks dan lebih banyak. Hal ini dapat lebih menantang otak untuk mengolah dan mengingat serta mengaitkan data-data yang masuk ke dalamnya satu sama lain. Untuk Kesayangan yang penglihatannya sudah berkurang, bisa membaca dengan berbagai cara, seperti:

  • Membaca buku fisik dengan kaca pembesar,
  • Membaca buku elektronik dengan fasilitas pembesar tulisan yang tersedia pada komputer/ponsel/situs tempat membaca buku elektronik tersebut, dan
  • Mendengarkan buku yang sudah direkam dalam bentuk audio.

 

2. Menulis Buku Harian

Seperti pada aktivitas membaca, menulis apa saja bisa membantu mengasah ketajaman daya pikir. Walaupun begitu, menulis buku harian secara khusus bisa sekaligus membantu dalam mengingat sesuatu, seperti:

  • Apa yang sudah dilakukan hari itu,
  • Apa yang ingin dilakukan selanjutnya, dan
  • Apa yang ingin dibicarakan dengan orang lain.

 

3. Mengisi Teka-Teki Silang (TTS)

Mengisi teka-teki silang membuat pengisinya memikirkan banyak hal. Mereka juga akan berusaha mengaitkan apa yang diingatnya satu sama lain, agar teka-teki silang tersebut dapat terisi dengan sempurna. Kegiatan ini juga bisa jadi permainan yang seru dan memberikan kepuasan tersendiri ketika berhasil diselesaikan.

Selain teka-teki silang, permainan-permainan pemecahan masalah lainnya juga dapat membantu mencegah pikun, seperti:

  • Tebak-tebakan,
  • Puzzle, dan
  • Tebak gambar.

Tergantung selera Kesayangan saja!

 

4. Bermain Catur

Bermain catur, baik secara fisik maupun di komputer/ponsel, dapat mengasah daya pikir, sehingga membantu mencegah terjadinya pikun. Jika Kesayangan tidak suka bermain catur, masih ada juga permainan-permainan berbasis strategi lain, seperti kartu dan board game. Permainan-permainan ini dapat dimainkan baik sendiri maupun dengan orang lain.

 

5. Bersosialisasi

Bersosialisasi dengan keluarga, lingkungan sekitar serta kawan-kawan lama dan baru dapat merangsang kerja otak kanan. Otak bagian ini banyak kaitannya dengan bahasa dan komunikasi, kemampuan yang juga akan menurun jika terkena pikun. Bersosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:

  • Bermain bersama keluarga dan kawan 
  • Ikut kegiatan-kegiatan sosial, spiritual, akademis dan keagamaan, dan
  • Menjadi sukarelawan tetap pada lembaga-lembaga yang menaungi kegiatan-kegiatan tersebut. 

Selain mengasah otak kanan, dengan bersosialisasi Kesayangan juga bisa tetap tampil percaya diri dan berkontribusi dalam masyarakat!

6. Berbaur dalam Suasana yang Baru

Aktivitas ini dapat dilakukan sambil bersosialisasi dengan keluarga, kawan, maupun seorang diri. Dengan menikmati suasana yang baru dan disenangi secara berkala, otak akan mendapatkan masukan yang baru dari panca indera. Dengan begitu, otak akan terstimulasi dalam proses pengolahan masukan baru tersebut. Acara car free day, taman kota dan pusat perbelanjaan bisa jadi pilihan; begitu pula jalan-jalan ke obyek wisata dan menikmati udara pegunungan/pantai.

 

7. Menabung dan/atau Mengelola Uang Secara Kecil-Kecilan

Menabung, baik di bank maupun di celengan, dapat mengasah daya kerja otak kiri karena penghitungan yang harus dilakukan. Selain itu, Kesayangan pun bisa lebih percaya diri karena memiliki uang sendiri.

Menjalankan usaha kecil juga dapat membuat otak kiri terus bekerja. Aktivitas ini pun mengasah otak kanan karena sosialisasi yang terus terjalin lewat interaksi dengan pembeli/pelanggan.

 

8. Berolahraga

Berjalan kaki adalah olahraga yang praktis, murah dan menyehatkan. Yoga adalah olahraga lain yang juga tidak membutuhkan banyak gerak tetapi dapat membantu menstimulasi kerja otak.

 

9. Belajar Bahasa Lain

Tidak ada kata terlambat untuk belajar apa pun, termasuk belajar bahasa lain, baik bahasa daerah maupun bahasa asing. Belajar bahasa dapat memberikan stimulus yang dibutuhkan otak untuk tetap bekerja dengan maksimal. Menghafalkan kosakata dan tata aturan dari bahasa tersebut mengasah otak kiri. Sementara itu, mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari mengasah otak bagian kanan. Dengan belajar bahasa, Kesayangan juga bisa makin percaya diri dan bersosialisasi dengan pengguna bahasa yang dipelajarinya.

 

10. Bermain/Belajar Musik dan/atau Menyanyi

Mendengarkan musik baik untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan stres, yang disinyalir merupakan salah satu penyebab pikun yang cukup sering terjadi. Memainkan musik atau menyanyi dapat meningkatkan manfaat yang diperoleh dari terapi ringan ini.

Kesayangan juga dapat belajar memainkan musik dan menyanyi, sebagai aktivitas yang dapat mencegah atau mengurangi pikun. Kegiatan seni ini mengasah otak kanan, sementara menghafalkan notasi dan/atau lirik lagu mengasah otak bagian kiri.

 

Nah, apakah ada aktivitas di atas yang disukai Kesayangan, Caring People?

Perlu diingat bahwa, untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, kegiatan-kegiatan ini harus dilakukan secara berkala dan tanpa rasa terpaksa. Hal ini pun harus diimbangi dengan pola hidup yang sehat.

Tidak ada kata terlambat, Caring People. Meskipun sudah mulai pikun, otak tetap masih dapat diasah supaya tidak memburuk. Bahkan Kesayangan yang sudah mengalami pikun dengan tingkat sedang dan karena itu mengalami inkontinensia urin pun tetap dapat beraktivitas. Kesayangan bisa menggunakan popok dewasa. Confidence Adult Care siap mendampingi! Popok dewasa ini nyaman dipakai dan anti iritasi karena mengandung ekstrak aloe vera dan bersirkulasi udara, juga berbahan selembut kain. Tidak perlu khawatir dengan ruam popok yang bisa mengganggu aktivitas!

Ingin mencobanya terlebih dahulu? Caring People bisa mendaftar untuk mendapatkan sampel gratisnya di sini!

 

Ditulis oleh Melissa Puspa Chandra, VIP Talent Suarise

popok dewasa cermin kebahagiaan para lansia

Perbedaan Demensia, Alzheimer dan Pikun – Jangan Sampai Salah Kaprah!

Perbedaan Demensia, Alzheimer dan Pikun – Jangan Sampai Salah Kaprah! 2362 1575 Melissa Puspa Chandra

Caring People, pasti sudah sering mendengar tentang penyakit demensia, Alzheimer dan pikun, kan? Namun tahukah Caring People bahwa ketiga kondisi ini sebenarnya berbeda satu sama lain, dan tidak semuanya merupakan jenis penyakit? Meskipun demikian, ketiganya berkemungkinan membutuhkan penggunaan popok dewasa, dengan sebabnya masing-masing.

Yuk simak informasinya berikut ini. Semoga bermanfaat bagi Caring People dan Kesayangannya!

Demensia

Demensia adalah sebuah kondisi atau sindrom, bukan penyakit. Dalam kondisi ini, sel-sel di bagian otak tertentu mengalami kerusakan atau kematian. Hal ini dapat disebabkan oleh beragam penyakit dan cedera otak atau kepala, juga kondisi lainnya.

Jenis-jenis demensia di antaranya:

  • Demensia frontotemporal, yang disebabkan oleh penyakit yang menyerang otak bagian frontal dan temporal, sehingga mengakibatkan degenerasi sel-sel otak di bagian-bagian otak tersebut;
  • Lewy Body demensia, di mana terjadi penggumpalan protein abnormal pada bagian otak tertentu;
  • Demensia vaskuler, di mana terdapat gangguan pada pembuluh darah di otak, yang bisa juga berakibat stroke atau penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah lainnya;
  • Demensia campuran, yang biasanya menyerang orang-orang yang sudah berumur di atas 80 tahun, yang merupakan kombinasi antara jenis demensia tertentu dan penyakit yang bisa berujung pada kondisi demensia, seperti Alzheimer dan Parkinson.

 

Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan penyebab tertinggi dari kondisi demensia. Penyakit ini disebabkan oleh pembentukan plak protein dan serat berbelit dalam otak. Plak protein menyebabkan perubahan pada zat kimia penting yang bertugas menyampaikan pesan dalam otak. Sementara itu, serat yang berbelit menyebabkan perubahan pada struktur otak itu sendiri. Kedua hal ini mengakibatkan kematian sel-sel otak yang terjadi secara bertahap atau progresif, yang seringkali tidak terdeteksi pada awalnya.

Sejauh ini, penyebab Alzheimer belum dapat dipastikan. Namun mild cognitive impairment (MCI) atau yang disebut juga dengan pikun adalah salah satu gejalanya.

 

Pikun

Pikun adalah kondisi yang merupakan salah satu ciri dari kondisi demensia, selain merupakan gejala penyakit Alzheimer. Seperti sebutan lainnya, mild cognitive impairment atau gangguan ringan pada daya pikir, orang yang mengalami pikun menderita gangguan pada daya pikirnya, seperti menderita kesulitan dalam:

  • mengingat,
  • berkonsentrasi,
  • mengenali benda, arah dan orang lain, dan
  • mengambil keputusan.

Pikun dapat dicegah dengan berbagai cara, termasuk melakukan aktivitas-aktivitas yang mengasah daya pikir, seperti yang disampaikan dalam artikel “10 Aktivitas Praktis dan Ekonomis untuk Mencegah Pikun” (link to artikel Melissa-Portfolio Tulisan 6).

 

Penggunaan Popok Dewasa bagi Penderita Demensia, Alzheimer dan Pikun

Ilustrasi wanita lansia sedang duduk bersama

Pilihlah popok dewasa yang sesuai

Popok dewasa acap kali dibutuhkan oleh orang-orang yang mengalami salah satu dari ketiga kondisi atau penyakit di atas.

Penderita demensia rentan terkena inkontinensia urin, yaitu pengeluaran kemih atau buang air kecil yang tidak terkendali, karena katup keluaran kemih tidak lagi dapat dikendalikan proses buka-tutupnya.

Penderita Alzheimer juga kerap kali mengalami inkontinensia urin karena alasan yang sama. Apalagi, penyakit Alzheimer biasanya terjadi pada lansia di atas 80 tahun, yang otot katup kemihnya biasanya sudah melemah.

Penderita pikun yang sudah cukup parah biasanya lupa kapan ia terakhir buang air kecil, sehingga kemih yang tersimpan di kandung kemihnya menumpuk. Pada saat-saat tertentu, seperti ketika tertawa, batuk, bersin atau terhentak, kemih yang sudah terkumpul itu akan keluar tanpa semaunya. Hal ini juga merupakan bentuk dari inkontinensia urin.

Seseorang perlu mengenakan popok dewasa dalam ketiga kondisi/penyakit di atas agar aktivitas sehari-harinya dapat berjalan tanpa terganggu. Confidence Adult Care sebagai penyedia popok dewasa berkualitas di Indonesia sangat memahami hal ini. Ketiga varian popok dewasa Confidence berdaya serap tinggi dan nyaman dipakai dalam segala aktivitas, sehingga pemakainya tetap dapat bergerak dan berkegiatan dengan leluasa.

Ingin Kesayangan merasa nyaman dan tetap dapat beraktivitas meski mengalami inkontinensia urin? Yuk jadikan popok dewasa Confidence teman sehari-harinya, Caring People!

Ingin mencobanya terlebih dahulu? Caring People bisa mendaftar untuk mendapatkan sampel gratisnya di sini!

 

Ditulis oleh Melissa Puspa Chandra, VIP Talent Suarise

Ilustrasi ikan laut

Seafood: Ramah di Lidah, Ramah di Badan, dan Banyak Manfaatnya!

Seafood: Ramah di Lidah, Ramah di Badan, dan Banyak Manfaatnya! 3086 2318 Melissa Puspa Chandra

Seafood alias makanan laut banyak digemari di seantero dunia, termasuk di Indonesia, yang notabene salah satu produsen seafood segar terkemuka secara internasional. Meskipun begitu, banyak juga yang menghindari konsumsi seafood karena banyak hal, seperti “ingin diet” dan “takut kena penyakit kolesterol tinggi.”

Konsumsi seafood secara berlebihan memang kurang baik bagi kesehatan. Namun seafood juga punya segudang manfaat lho, Famz! Makanan laut yang biasa kita jumpai seperti ikan laut, cumi-cumi, udang, kepiting dan kerang ternyata kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh dan mental. Makanan-makanan ini juga memiliki lemak tak jenuh (HDL atau “kolesterol baik”) yang bisa membantu memerangi lemak jenuh (LDL atau “kolesterol jahat”), yang biasanya menghantui hati para penggemar seafood ketika sedang menikmati santapan kesukaannya ini.

Ngomong-ngomong soal manfaat, tahukah Famz bahwa seafood bisa membantu memerangi kanker, anemia dan penyakit jantung? Manfaat-manfaat tersebut baru beberapa saja, lho! Mau tahu lengkapnya? Berikut ini ulasannya, seperti yang dilansir dari berbagai sumber:

Ikan Laut

Tahukah Famz? Indonesia produsen ikan laut terbesar kedua di dunia setelah Cina, lho! Sayangnya, orang Indonesia sendiri belum banyak mengonsumsi ikan laut. Padahal, ikan laut berguna sekali bagi kesehatan, contohnya:

  1. Menurunkan risiko penyakit jantung

Ikan laut berprotein tinggi namun berlemak jenuh rendah, sehingga aman bagi kadar lemak darah kita. Omega 3 yang terkandung dalam ikan laut juga dapat membantu menurunkan kadar lemak darah yang berlebihan, yang biasanya memicu beragam penyakit jantung, sementara lemak tak jenuhnya dapat membantu merawat kerja jantung.

  1. Memupuk perkembangan dan menjaga kesehatan otak

Omega 3 yang terkandung dalam ikan laut juga membantu tumbuh kembang otak anak, serta membantu mencegah depresi dan demensia (pikun) pada lansia. Selain itu, omega 3 juga membantu menjaga kesehatan dan fungsi otak di segala usia.

  1. Menjaga kesehatan mata

Ternyata, omega 3 pun baik untuk merawat mata serta mengurangi resiko terkena degenerasi makula dan kerusakan retina akibat diabetes!

  1. Membantu menjaga kesehatan tulang

Vitamin D3 dan kalsium yang ada dalam ikan laut bisa membantu tubuh kita merawat tulang dan gigi, dengan begitu membantu mencegah osteoporosis. Ikan laut cocok sekali dikonsumsi oleh orang-orang yang juga jarang terpapar sinar matahari, yang adalah sumber lain pemasok vitamin D yang diperlukan tubuh, seperti yang terungkap dalam penelitian oleh Surrey University.

  1. Mengatasi gangguan tiroid

Yodium dan selenium yang ada dalam ikan laut bisa membantu menyembuhkan penyakit tiroid dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada kelenjar ini. Mineral-mineral ini juga dapat membantu mencegah gangguan pada tiroid dan memelihara fungsinya, karena kekurangan mineral inilah yang menyebabkan terjadinya penyakit tiroid.

Namun tetap saja, Famz, harap jeli dan berhati-hati dalam memilih ikan laut untuk dikonsumsi ya! Baiknya menghindari ikan hiu dan todak karena jenis-jenis ikan ini mengandung kadar merkuri yang cukup tinggi, sehingga berbahaya bagi kesehatan, terutama fungsi syaraf.

Cumi-Cumi

Selain membantu menurunkan resiko penyakit jantung dan merawat fungsi jantung karena kadar lemak tak jenuhnya, sama seperti yang ada pada ikan laut, cumi-cumi juga punya manfaat-manfaat lain, yaitu:

  1. Membantu penyerapan vitamin ke dalam tubuh

Lemak tak jenuh juga membantu tubuh menyerap vitamin-vitamin yang memang sedianya larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E dan K.

  1. Membangun otot

Protein dalam cumi-cumi tinggi, sehingga dapat membantu pembentukan otot, bagi yang gemar berolahraga.

  1. Menjadi teman diet

Nah, karena proteinnya tinggi, lambung lambat mencerna cumi-cumi, jadi kita akan merasa kenyang lebih lama.

  1. Memasok beragam vitamin dan mineral

Cumi-cumi adalah pemasok vitamin A, B6, B12, C dan E. Cumi-cumi juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium dan sodium.

Tidak seperti beberapa jenis ikan yang telah disebutkan di atas, cumi-cumi rendah kadar merkurinya, lho! Jadi aman dimakan. Namun jangan berlebihan juga ya! Baiknya cumi-cumi juga diolah dengan dipanggang, ditumis dengan minyak zaitun, atau dimasukkan ke dalam sop seafood tanpa digoreng terlebih dahulu, karena menggoreng cumi-cumi menyebabkan kadar kalori dan lemaknya naik dua kali lipat.

Udang

Ilustrasi udang

Udang bisa jadi anti-depresan loh!

Selain baik bagi jantung, bisa jadi anti-depresan, dan membantu memupuk tumbuh kembang serta kesehatan otak, layaknya khasiat ikan laut, udang juga punya manfaat-manfaat berikut ini, lho!

  1. Menyeimbangkan hormon

Protein dalam udang, selain dapat membantu membentuk dan menambah massa otot, juga dapat membantu menyeimbangkan hormon-hormon serta enzim dalam tubuh dan memperlancar proses biosintesis.

  1. Membantu mencegah kanker

Selenium adalah zat antioksidan yang bisa membantu mencegah pembentukan sel kanker dan menjaga kekebalan tubuh. Udang memiliki kadar selenium yang cukup untuk keperluan sehari-hari dan mudah diserap ke dalam tubuh.

  1. Anti inflamasi

Astaxanthin (pigmen di cangkang udang) dan selenium bisa jadi obat anti inflamasi yang alamiah.

  1. Mencegah dan menyembuhkan anemia

Vitamin B dan zat besi serta zat seng di udang dapat membantu mengatur tekanan darah, juga mencegah dan mengobati anemia.

Layaknya mengolah cumi-cumi, baiknya mengolah udang dengan cara dikukus atau dibakar, bukan digoreng, agar khasiatnya terjaga tetapi tetap enak dimakan. Berhati-hati juga ya dalam membeli udang, Famz, karena udang termasuk bahan yang mudah sekali rusak lantaran proses enzimatik, kimiawi dan/atau mikrobiologis. Untuk menghindari kontaminasi ini, udang biasanya dibekukan mulai setelah ditangkap sampai siap diolah.

Kepiting

Hanya 45% dari tiap kepiting yang bisa dimakan. Meskipun begitu, dari yang 45% ini manfaatnya banyak, lho! Selain menjaga sistem imun dan kesehatan mata, membantu mencegah penyakit jantung, kanker dan osteoporosis, membangun serta merawat otak, juga mencegah dan mengobati anemia, layaknya kebanyakan makanan laut lain, kepiting juga bermanfaat dalam hal-hal berikut ini:

  1. Membantu proses metabolisme dalam tubuh

Vitamin B12 yang ada dalam kepiting dapat membantu proses metabolisme tubuh kita, lho!

  1. Menambah energi

Protein yang ada dalam kepiting menambah energi saat beraktivitas. Cocok sekali bagi yang gemar berolahraga dan banyak menghabiskan tenaga dalam bekerja.

  1. Mempercepat penyembuhan luka

Protein, vitamin B12 dan zat seng yang ada dalam kepiting bisa membantu mempercepat proses pembentukan sel dalam tubuh untuk menggantikan yang rusak.

  1. Mencegah penyakit prostat

Zat seng dalam kepiting dapat membantu mencegah pembesaran prostat, lho!

  1. Merawat kulit dan rambut

Nah, bagi yang memiliki masalah kulit dan rambut rontok, zat seng dalam kepiting bisa membantu mencegah rambut rontok, sementara vitamin B12-nya dapat membantu merawat sel dan syaraf di kulit kita.

Kerang

Ilustrasi kerang

Kerang ternyata bermanfaat menjaga kekebalan tubuh loh!

Selain berfungsi mencegah penyakit jantung dan osteoporosis, mencegah dan mengobati penyakit anemia, menyembuhkan luka, serta menjaga kekebalan tubuh dan kesehatan kulit, seperti beberapa jenis seafood lainnya, kerang juga punya manfaat-manfaat bonus, lho! Di antaranya:

  1. Mengatasi nyeri sendi dan otot

Vitamin B12 dalam kerang berfungsi merawat serta meningkatkan fungsi syaraf, sendi dan otot.

  1. Mencegah infeksi

Vitamin B12, selain zat seng yang juga terkandung dalam kerang, juga dapat mencegah infeksi. Cocok untuk yang baru mengalami luka fisik.

  1. Mengatasi asma dan bronkitis

Asam amino yang terkandung dalam kerang dapat membantu menyembuhkan penyakit asma dan bronkitis, lho!

  1. Menurunkan tekanan darah

Mineral kalium dan magnesium yang ada dalam kerang membantu mengendurkan pembuluh darah, sehingga tekanan darah bisa turun dan akhirnya stabil.

Meskipun begitu, berhati-hati memilih kerang yang hendak dimakan ya, Famz, karena kerang dapat menyimpan limbah yang mencemari laut seperti merkuri dan logam berat. Pastikan bahwa daerah tempat budidaya dari kerang yang Famz beli bebas dari pencemaran laut!

Secara umum, jika kita berhati-hati untuk tidak mengonsumsi seafood secara berlebihan atau dengan cara yang kurang sehat, juga memilih seafood yang benar-benar aman untuk dikonsumsi, serta memastikan diri bahwa kita tidak memiliki alergi, kita akan mendapatkan manfaat seafood tanpa harus khawatir dengan efek sampingnya, Famz. Yuk mulai budayakan makan makanan laut di rumah supaya keluarga kita bisa meraih semua manfaatnya!

Baca juga Menu Seafood Bergizi ala Dapur Sendiri 

 

Ditulis oleh Melissa Puspa Chandra, VIP Talent Suarise